Jakarta- Kuliah umum bertajuk “Islam Nusantara and Bhinneka Tunggal Ika: Perspectives on Sino-Indonesia Cooperation for a Harmonious Global World” disampaikan oleh Ahmad Suaedy pada kegiatan akademik yang diselenggarakan di Nishan World Center for Confucian Studies, sebuah pusat kajian Konfusianisme yang berada di Jinan City, Shandong Province, China, pada 13 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari forum akademik yang mempertemukan para peneliti dan intelektual untuk membahas dialog peradaban serta peluang kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dalam membangun tatanan dunia yang harmonis.
Dalam pemaparannya, Ahmad Suaedy yang juga merupakan peneliti senior di China Confucius Foundation menyoroti relevansi nilai-nilai Islam Nusantara dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam memperkuat kerja sama lintas budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Ia menjelaskan bahwa tradisi keagamaan dan budaya di Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam membangun harmoni di tengah keberagaman, sehingga dapat menjadi kontribusi penting dalam dialog peradaban global.
Kuliah umum tersebut juga menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai kemanusiaan dan etika dalam tradisi Konfusianisme sebagai dasar untuk membangun kesadaran bersama di antara masyarakat dunia. Melalui forum akademik ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat pemahaman lintas budaya serta membuka ruang kolaborasi intelektual antara Asia Timur dan Asia Tenggara demi terciptanya dunia yang lebih damai dan harmonis.
Selain dikenal sebagai akademisi dan peneliti, Ahmad Suaedy juga merupakan founder ienhub.com, sebuah platform yang mendorong dialog lintas agama dan peradaban di tingkat global. Melalui inisiatif ini, ia aktif mempromosikan kerja sama intelektual serta pertukaran gagasan antarbangsa untuk memperkuat perdamaian dan saling pengertian di tengah masyarakat dunia yang semakin beragam.
Ayu - Ienhub.com