Jakarta, 11 Maret 2026 — Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriyah yang diselenggarakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Bahri resmi berakhir dengan sukses. Program pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai keislaman tersebut menjadi bagian dari upaya menyemarakkan syiar Ramadhan sekaligus membangun karakter Islami di kalangan pelajar.

Pesantren Ramadhan dilaksanakan selama tiga pekan, setiap hari Sabtu dan Minggu, yakni pada 21–22 Februari 2026, 28 Februari–1 Maret 2026, serta 7–8 Maret 2026. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme peserta. Peserta Pesantren Ramadhan 1447 H/ 2026

untuk anak anak SD, SMP dan SMA.

Kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H di Masjid Nurul Bahri menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai latar belakang untuk memberikan pembinaan keagamaan, motivasi, serta pengembangan diri kepada para peserta. Para narasumber yang terlibat antara lain Ust. Akbar Zainudin, MM, Ust. Sariono, Ust. Farhan, Ka Adi Dongeng, Ust. Ahmad Zarkasih, Ust. Imam Ratrioso, S.Psi., Psikolog, Dr. Dingot Hamonangan Ismail, M.Si, Ust. Didik, Ust. Nanang Suprayogi, Ph.D., Ibu Linda Setiawati, SE., M.Hum, Ka Pipit dan Cica, serta Ibu Rindu Istiqomah, yang masing-masing menyampaikan materi terkait penguatan nilai-nilai keislaman, peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, pembinaan akhlak, motivasi belajar, pengembangan potensi diri, hingga pemanfaatan teknologi digital secara bijak bagi generasi muda.

Program tahunan ini terselenggara melalui kolaborasi antara DKM Masjid Nurul Bahri dan Man Jadda Wajada Education, lembaga pendidikan yang aktif dalam pengembangan karakter dan motivasi generasi muda. Tim mentor dipimpin oleh ustadz Akbar Zainudin, M.M, motivator nasional sekaligus penulis buku Man Jadda Wajada.

Ketua DKM Masjid Nurul Bahri, Laksamana Pertama TNI Dr. Ali Ridlo, S.H, M.M, M.Tr, Opsla, M.H, Dan

Laksamana Pertama TNI ( Pur) Dr. Asep Saepudin, S.Ag, S.H, M.H selaku Ketua Panitia Amaliah Ramadhan Masjid Nurul Bahri Kodamar Tahun

1447 H / 2026 menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan masjid tersebut.

“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan dalam membina umat dan membangun akhlak mulia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan Masjid Nurul Bahri bukanlah program baru. Sejak tahun 2018, kegiatan ini rutin diselenggarakan dan terus mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

“Pesantren Ramadhan di Masjid Nurul Bahri ini bukanlah kegiatan baru. Sejak tahun 2018, kegiatan ini hampir setiap tahun kita selenggarakan dan alhamdulillah telah menjadi bagian dari hati masyarakat. Karena besarnya manfaat dan antusiasme yang ada, maka tahun ini kita kembali mengadakannya dengan semangat yang lebih baik,” lanjutnya.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah menyemarakkan syiar Ramadhan sekaligus membangun kebiasaan beribadah dalam kehidupan sehari-hari serta menanamkan akhlak mulia kepada generasi muda.

“Pesantren Ramadhan bukan sekadar memberikan pengetahuan agama, tetapi yang lebih penting adalah mendidik dan membiasakan nilai-nilai keislaman agar benar-benar hidup dalam keseharian kita,” katanya.

Kerja sama dengan Man Jadda Wajada Education kembali terjalin sebagai bentuk sinergi dakwah dan pendidikan.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini kembali bekerja sama dengan Man Jadda Wajada Education yang telah berkenan mewakafkan ilmunya untuk mendukung kegiatan keagamaan di Masjid Nurul Bahri. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” tambahnya.

Pesantren Ramadhan tahun ini diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari 150 peserta tingkat Sekolah Dasar (SD), 40 peserta tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 10 peserta tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Tingginya jumlah peserta dinilai mencerminkan semangat belajar generasi muda serta dukungan kuat dari para orang tua.

Ketua DKM juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, donatur, mentor, masyarakat, dan seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan dan kesalahan,” tuturnya.

Pesantren Ramadhan Masjid Nurul Bahri diharapkan terus menjadi ruang pembinaan yang menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap masjid, memperkuat karakter Islami, serta membentuk pribadi berakhlak mulia di tengah tantangan zaman modern.

Ayu - Ienhub.com