Jakarta, ienhub.com - Pasinaon Tata Busana Saha Paes di Keraton Surakarta Hadiningrat menggelar wisuda bagi 14 siswa Babaran V sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pelestarian budaya Jawa, khususnya tata rias dan busana tradisional Gagrak Surakarta. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat serta memperluas pemahaman masyarakat mengenai tata cara berpakaian adat beserta makna filosofisnya sebagai warisan leluhur.
Pangarsa Pasinaon Tata Busana Saha Paes Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Ayu Koes Indriyah, menjelaskan bahwa dalam prosesi wisuda turut ditampilkan karya kelulusan para siswa di hadapan para tamu undangan.
“Wisuda ini kami konsep sekaligus sebagai seminar tata cara adat Keraton Surakarta bagi jejaka dan perawan,” ujar GKR Ayu Koes Indriyah kepada Co-Founder ienhub.com, Linda Setiawati, M.Hum, usai acara yang berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2025.
Pada wisuda kali ini, ditampilkan empat jenis busana adat, yakni Solo Basahan, Solo Pangeranan, Solo Langenharjan, dan Solo Pengageman Dingin. Selain mewisuda 14 siswa Babaran V, acara tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan 14 siswa baru untuk Babaran VI.
GKR Ayu Koes Indriyah menjelaskan bahwa jumlah peserta dalam setiap angkatan dibatasi. Hal ini karena proses pembelajaran lebih menitikberatkan pada praktik langsung, sehingga jumlah ideal peserta maksimal 15 orang agar pelatihan berjalan optimal.
Untuk satu babaran, pelatihan dilaksanakan selama enam bulan dengan frekuensi pertemuan dua kali dalam seminggu. Materi yang diberikan meliputi wewangunan Keraton Surakarta, tata cara mengenakan busana adat Jawa untuk diri sendiri, termasuk teknik menyanggul rambut. Sementara itu, peserta laki-laki juga dibekali keterampilan mengenakan kain secara mandiri. Kegiatan tersebut bisa dilihat melalui akun Instagram @pasinaon_tatabusana.
Ayu - ienhub