Buku Nahdlatul Ulama dalam Arus Pergeseran Peradaban Ahlussunnah wal Jamaah di Nusantara menghadirkan pembacaan sejarah yang lebih utuh tentang Nahdlatul Ulama (NU) dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia. Buku ini menegaskan bahwa NU bukanlah entitas yang lahir secara tiba-tiba, melainkan kelanjutan dari tradisi keilmuan, sosial, dan keagamaan Aswaja yang telah mengakar di Nusantara jauh sebelum organisasi ini berdiri.
Penulisan buku ini berangkat dari kesadaran bersama tentang historiografi Nahdlatul Ulama yang masih sangat miskinkarena kurang memperoleh perhatian yang cukup. Kedua, hendak memberikan pemahaman alternatif bahwa komunitas NU atau komunitas Aswaja telah ada jauh sebelum NU itu sendiri berdiri. Seperti juga berdirinya Indonesia yang merupakan kelanjutan dari sejarah bangsa Indonesia dan Nusantara maka begitulah NU. Ketiga, hendak menunjukkan bahwa sejarah NU adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia itu sendiri sejak sebelum kemerdekaan dan sebelum berdirinya Nahdlatul Ulama.
Dengan menempatkan NU dalam rentang sejarah panjang, khususnya pada periode 1800–1952M. Buku ini menunjukkan bagaimana komunitas ulama dan pesantren merespons pergeseran peradaban, kolonialisme, dan perubahan sosial. Aswaja dipahami bukan sekadar sebagai ajaran teologis, tetapi sebagai cara berpikir dan praktik sosial yang lentur, adaptif, dan berakar kuat pada konteks kebangsaan.
Melalui pendekatan historiografis yang kritis, buku ini mengisi kekosongan dalam kajian sejarah NU sekaligus menempatkannya sebagai aktor penting dalam pembentukan peradaban Islam Nusantara. Karena itu, buku ini relevan dibaca oleh akademisi, mahasiswa, peneliti, dan pembaca umum yang ingin memahami NU secara lebih jernih dan kontekstual.
Saat ini, buku ini telah dibuka untuk pre-order. Memiliki buku Nahdlatul Ulama dalam Arus Pergeseran Peradaban Ahlussunnah wal Jamaah di Nusantara berarti turut merawat ingatan sejarah dan tradisi intelektual Islam Nusantara yang moderat dan berkeadaban.