Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) akan resmi meluncurkan Center for Sino Nusantara Studies (CSNS) pada Rabu, 10 Desember 2025 mendatang. Acara peluncuran akan berlangsung di Aula Jakoeb Oetomo, Lantai 4 UNUSIA Matraman, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Dalam pengumuman resmi pra-peluncuran, UNUSIA menetapkan Founder ienhub.com, Dr. Ahmad Suaedy, M.Hum sebagai Direktur Eksekutif CSNS. CSNS dibentuk sebagai respons terhadap meningkatnya perhatian akademik dan internasional terhadap sejarah maritim Asia Tenggara, khususnya hubungan Tiongkok–Nusantara sejak masa ekspedisi Laksamana Zheng He. Kajian-kajian ilmiah menunjukkan bahwa interaksi kedua kawasan tersebut memainkan peran penting dalam pembentukan budaya, perdagangan, dan dinamika sosial pada masa lampau.


Misi Besar: Menguatkan Kajian Tiongkok–Nusantara

Pembentukan pusat studi ini merupakan bentuk untuk meneguhkan warisan sejarah maritim Nusantara sebagai komponen penting dalam diplomasi budaya dan perkembangan pendidikan global. CSNS dirancang sebagai pusat kajian yang terbuka, dinamis, dan kolaboratif, sekaligus menjadi ruang bagi penelitian lintas disiplin yang menghubungkan ilmu sejarah, budaya, politik, hingga pemikiran keagamaan. CSNS diharapkan dapat menjadi motor pengembangan riset berkelanjutan di masa depan, termasuk dalam penguatan bahasa, pelestarian naskah, digitalisasi arsip sejarah, serta dialog internasional mengenai hubungan Tiongkok–Nusantara.


Tiga Program Utama CSNS

Dalam pengumuman pra-peluncuran, UNUSIA memperkenalkan tiga program unggulan CSNS yang akan segera berjalan:

1. Program Bahasa dan Budaya Mandarin

Program intensif yang bertujuan meningkatkan kemampuan linguistik dan pemahaman budaya para akademisi dan mahasiswa, terutama yang menekuni studi Sino–Nusantara.

2. Digitalisasi Naskah dan Riset Hubungan Tiongkok–Nusantara

Program ini akan mengkaji dan mendigitalisasi naskah sejarah serta mendorong penelitian interdisipliner untuk memahami interaksi budaya, politik, dan intelektual antara kedua kawasan.

3. Program Dialog Konfusianisme–Islam Nusantara

Fokus pada penguatan dialog akademik dan filosofis antara tradisi Konfusianisme dan Islam Nusantara, bekerja sama dengan lembaga kajian Konfusianisme dan institusi akademik terkait.


Harapan Besar Menjelang Peluncuran

UNUSIA melihat peluncuran CSNS sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta kajian Asia Timur dan Asia Tenggara. Dengan kepemimpinan Dr. Ahmad Suaedy, MA.Hum, CSNS diharapkan menjadi pusat rujukan global bagi studi hubungan Tiongkok–Nusantara sekaligus wadah yang memajukan pemahaman lintas budaya.