Cirebon, 22 November 2025 — Rangkaian Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) ke-14 turut disemarakkan dengan penyelenggaraan Simposium-2 bertema “Tarekat Syathariyah di Cirebon & Sumatra: Kontribusinya dalam Perlawanan Terhadap Kolonial” yang digelar di Bangsal Prabayaksa, Keraton Kacirebonan, Sabtu (22/11).

Acara ini menjadi bagian dari program Estetika Nisan-Nisan Islam Nusantara & Dunia Ketuhanan Tarekat Syattariyah di Cirebon (Mengenang Uka Tjandrasasmita), yang berlangsung pada 20–22 November 2025 di Kota Cirebon.

Simposium menghadirkan empat narasumber penting lintas lembaga dan disiplin:

  1. Dr. Mahrus el-Mawa, Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, yang memaparkan Naskah Syattariyah Cirebon dalam Jejaring Islam Nusantara.
  2. Prof. Dr. Peter Carey, sejarawan terkemuka, yang menguraikan hubungan perlawanan Pangeran Diponegoro dengan jaringan Tarekat Syathariyah.
  3. Dr. Ginanjar Syaban dari Fakultas Islam Nusantara UNUSIA Jakarta, yang membahas Jaringan Ulama Syattariyah di Sumatra dan Jawa.
  4. Dr. Alfan Firmanto, M.Si. (BRIN), yang menyoroti ilustrasi dalam manuskrip Syattariyah Cirebon dari perspektif komunikasi visual.

Simposium dipandu oleh H. Syaeful Badar, M.A. dari Universitas Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Keterlibatan para akademisi dan peneliti ini memperkuat perhatian baru terhadap peran tarekat, khususnya Syathariyah dalam sejarah sosial politik Nusantara. Diskusi mengungkap bahwa jaringan ulama dan manuskrip Syathariyah tidak hanya berfungsi sebagai media spiritual, tetapi juga sebagai simpul perlawanan terhadap kolonialisme di berbagai wilayah, terutama Cirebon dan Sumatra.

Program BWCF ke-14 tahun ini masih mempertahankan tradisinya sebagai ruang dialog budaya, sejarah, sastra, dan spiritualitas yang terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis.

Dengan pilihan tema yang menukik pada sejarah lokal dan jaringan Islam Nusantara, simposium ini semakin memperkaya khazanah kajian keislaman Indonesia serta membuka ruang baru bagi riset tentang peran tarekat dalam dinamika perjuangan bangsa.