Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi melantik tiga pemimpin perguruan tinggi NU dalam sebuah prosesi yang digelar di lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Mereka yang dilantik yakni Imam Satibi sebagai Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Prof. Sukino sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat, serta Hamidulloh Ibda sebagai Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung.

Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Ketua PBNU yang juga merupakan Founder ienhub.com Dr. Ahmad Suaedy, MA.Hum, menuntun pembacaan ikrar jabatan dan diikuti secara khidmat oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi yang dilantik.


Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) PBNU, Prof Ainun Naim, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat keberlanjutan kepemimpinan di lingkungan kampus NU. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi NU harus terus berjalan pada rel visi keilmuan yang berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

“Ini proses regenerasi sekaligus upaya memastikan kesinambungan kepemimpinan. Perguruan tinggi NU harus tetap berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpijak pada tradisi keislaman NU,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus menjadi prioritas, sehingga perguruan tinggi NU tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan luas, tetapi juga berkarakter kuat.

“Yang kita siapkan bukan hanya kompetensi akademik, tetapi juga nilai-nilai Islam dan karakter yang baik,” tegasnya.


Dalam sambutannya, Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi menyebut amanah PBNU ini sebagai tanggung jawab besar. Ia membawa visi menjadikan UMNU sebagai kampus yang bertaraf global, berkarakter, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Ke depan, kami ingin UMNU benar-benar mendunia dan menjadi wajah perguruan tinggi di kawasan Jawa Selatan. Tantangan memang tidak kecil, mulai dari transportasi hingga masalah ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa orientasi kampus tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi pada kontribusi konkret.

“Perguruan tinggi bukan sekadar paper atau jurnal. Kinerja harus terukur dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Beberapa program studi yang menjadi unggulan UMNU antara lain teknik informatika, olahraga, pertanian, dan peternakan, terutama untuk menopang agenda ketahanan pangan nasional.


Sementara itu, Rektor UNU Kalbar Prof Sukino menyampaikan bahwa kampus yang usianya baru sekitar satu dekade tersebut terus memperluas jangkauan pendidikan dan kualitas dosen.

“Kami fokus menciptakan SDM yang mampu bersaing secara nasional maupun global. Dosen kami lulusan berbagai negara seperti Tiongkok dan Inggris, dan kami terus memperkuat jejaring dengan lembaga-lembaga di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Salah satu program unggulan UNU Kalbar adalah program studi pertanian yang menjadi pilot project Kementerian Keuangan, diikuti 30 mahasiswa dari berbagai provinsi dengan pembiayaan penuh termasuk fasilitas asrama. Program ini diharapkan terus berlanjut.


Rektor INISNU Hamidulloh Ibda memaparkan visinya yang menekankan integrasi tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan teknologi modern. Visi itu diwujudkan melalui konsep pancadharma, meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kaderisasi NU, serta pengembangan peradaban Islam.

“Saat ini kami mengelola enam program studi S1 dan dua program pascasarjana, yaitu Hukum Islam dan Pendidikan Agama Islam. Pascasarjana menjadi salah satu kekuatan kami,” katanya.

Ibda menyebut bahwa konsolidasi internal dan penguatan kualitas SDM menjadi kunci akselerasi program kampus. “Kami ingin mewujudkan kampus dengan indikator yang unggul. Mohon doa agar amanah ini dapat kami jalankan dengan baik,” ucapnya.


Selain melantik para rektor, PBNU juga mengesahkan pengurus Badan Pelaksana Penyelenggara UNU Sunan Giri Bojonegoro serta Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Sriwijaya Sumatera Selatan.