Peringatan Hari Santri tahun ini diwarnai suasana duka dan keprihatinan atas musibah yang menimpa Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk mengambil pelajaran dan hikmah dari kematian yang seharusnya menjadi nasihat bagi semua.

PBNU Gelar Kick Off Hari Santri

Besok, selepas salat Jumat, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar kegiatan kick off Hari Santri di kantor pusatnya. Acara ini melibatkan berbagai lembaga dan badan otonom NU seperti Lazisnu, RMI, LDNU, Lakpesdam, dan NU Online. Rangkaian kegiatan Hari Santri tidak hanya berlangsung pada bulan Oktober, tetapi juga akan berlanjut dengan berbagai program sepanjang tahun.

NU Online Produksi Film Dokumenter dan Kelas Edukatif

Sebagai bagian dari peringatan, NU Online akan memproduksi film dokumenter tentang KH Abdul Wahab Hasbullah sekaligus memperingati 200 tahun Pesantren Tambakberas, Jombang. Selain itu, program yang telah berjalan seperti Kelas Menulis Esai Ulama dan Pesantren terus berlanjut. Akhir bulan ini, akan dimulai pula Kelas Sejarah Pesantren di berbagai daerah seperti Aceh, Lombok, Kalimantan, Madura, dan Sulawesi.

Program-program Hari Santri tahun ini terbuka untuk masyarakat luas, tidak terbatas bagi kalangan Nahdliyin saja. Fokus utama penerima manfaat diarahkan kepada generasi muda, khususnya Gen Z, dengan harapan dapat menanamkan semangat keislaman, kebangsaan, dan kepesantrenan sejak dini.

Doa dan Silaturahim untuk Korban Musibah

Dalam kick off besok, para peserta diimbau untuk bersama-sama mendoakan para korban musibah di Pesantren Al-Khoziny. Kegiatan juga akan diisi dengan pembacaan selawat, pembaruan informasi tentang NU, serta ajang silaturahim antar-lembaga. “Semoga acara berjalan penuh berkah, membawa semangat kebersamaan, dan tentu saja—semoga ada kopi untuk menemani kebersamaan,” ujar salah satu panitia dengan ringan.

Salam takzim! (HS)

Editor: Aljazuli

Penulis: Ahmad Suaedy