Jakarta, 06 Desember 2025 — Fakultas Islam Nusantara (FIN) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Transformasi Pendidikan Tinggi di Arab dan China Menghadapi Disrupsi” pada Sabtu (06/12) di Kampus UNUSIA Jakarta. Acara ini menghadirkan dua narasumber Prof. Dr. Sumanto Al Qurtuby yang merupakan Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, serta Founder ienhub.com Dr. Ahmad Su’adi, MA.Hum yang juga merupakan Dekan Fakultas Islam Nusantara UNUSIA.

Antusiasme Peserta dan Pembukaan Acara

Kuliah umum yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menarik perhatian para mahasiswa, dosen, dan pemerhati isu pendidikan tinggi. Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Su’adi menegaskan bahwa dinamika global menuntut dunia pendidikan termasuk di Indonesia untuk belajar dari berbagai model transformasi di negara lain. Ia menekankan bahwa pengalaman negara-negara seperti Arab Saudi dan China dapat menjadi rujukan penting dalam merespons tantangan era disrupsi.

Paparan Prof. Dr. Sumanto Al Qurtuby: Tantangan dan Faktor Perubahan

Dalam pemaparannya, Prof. Sumanto menguraikan sejumlah faktor yang mendorong transformasi dan reformasi pendidikan tinggi di kawasan Arab dan China. Mengacu pada salah satu slide presentasinya, ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut terjadi bukan hanya karena tekanan global, tetapi juga karena kebutuhan internal negara-negara tersebut.

Beberapa faktor penting yang dipaparkan meliputi:

  • Tuntutan pasar kerja (market demand) yang mengharuskan universitas mencetak lulusan dengan kompetensi relevan.
  • Tingkat pengangguran pemuda yang mendorong pemerintah memperbarui kurikulum dan metode pembelajaran.
  • Emansipasi dan peran perempuan, khususnya di negara-negara Arab yang kini mulai membuka ruang lebih besar bagi partisipasi perempuan di dunia kerja.
  • Reformasi keagamaan dan moderasi, yang turut mempengaruhi isi kurikulum dan iklim akademik.
  • Dinamika internasional dan regional yang menuntut fleksibilitas strategi pendidikan tinggi.
  • Menyusutnya cadangan minyak, terutama di negara Arab yang kini menekankan diversifikasi ekonomi melalui penguatan sektor pendidikan.
  • Pendidikan sebagai gerbang transformasi ekonomi dan peradaban, menjadikan universitas pusat inovasi dan riset.
  • Integrasi nilai-nilai Islam dalam ilmu pengetahuan modern, terutama pada bidang-bidang non-keagamaan.


Dengan adanya kuliah umum ini, FIN UNUSIA kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang aktif menjembatani diskursus global dan lokal, sekaligus mendorong transformasi pendidikan tinggi yang adaptif dan berkelanjutan.